Konsep pedagang jagung rebus -PJR pondidaha,  Berada di arah jalan umum menuju konawe -unaha dari kendari dapat ditemui dipingir jalan. Dari sisi setetika punya cerita PJR ini dimana sebagai tempat mampir melepas lelah. Namun kreatifitas yang disuguhkan berupa  jagung dan senyuman dari para pedagang yang sudah dirias. Banyak dari mereka masih gadis muda mudi  yang memasarkan gaya SPG profesional. Tentu banyak juga yang mampi ke sana untuk makan jagung dan minum kopi. Tetapi lain sisi ada juga cerita kisah kasih terkuak dari deretan warung penjual jagung rebus (PJR) di Pondidaha, Konawe, Sulawesi Tenggara.  Semua berbau cerita manisnya jagung , begitu ketika ditemui salah seorang penikmat jagung rebus, dimana  Bagi mereka yang pernah melintasi jalur utama Kendari-Unaaha-Kolaka, pasti familiar dengan deretan penjual jagung rebus di Pondidaha. Lapak para penjaja kuliner khas itu buka nyaris 24 jam.

Letaknya, kira-kira 10 kilometer sebelum masuk kota Unaaha, Konawe. Bisnis itu sudah ada sejak belasan tahun lalu, dan nyaris tak pernah sepi.
Setiap pelintas, apalagi yang berkendara roda empat, dan tak sedang buru-buru sampai tujuan, pasti tertarik mampir. Sekadar melepas penat, minum kopi dan menikmati jagung rebus yang saat dipesan masih di atas tungku. Sembari lesehan, atau berbaring merenggangkan otot yang tegang selama berkendara, jadi sensansi tambahannya.

Dari penelusuruan Kendari Pos, beberapa tahun terakhir ini bisnis PJR plus-plus itu pesat sekali. Bila dulu tak sampai 20 lapak yang buka, kini sudah puluhan kedai jagung yang berjejer di jalur ini. Untuk menarik perhatian, pemilik kedai, meminta gadis-gasis muda menjaga usaha mereka.
Dandanannya pun dibuat maksimal. Jangan heran jika kawasan itu selalu ramai, menjadi tempat mampir paling utama di jalur itu. Rupanya, ada transaksi tersembunyi di balik kedai-kedai jagung rebus itu yang menjadi salah satu magnetnya.  Bila pandai mencari kedai yang tepat, bisa sedikit merayu, bermodal tongkrongan kendaraan yang memikat, plus penampilan meyakinkan, maka para pria yang mampir atau om-om senang, bisa mendapatkan servis plus, yakni layanan berhubungan badan. Aduh! (dedi finafiskar/adk/jpnn)

Perihal lain disini merupakan potensi pemasaran rakyat yang perlu disentuh kebijakan. Dimana PJR tersebut merupakan pedagang kreatif lapangan yang menjajakan hasil bumi para petani. Namun belum ada sentuhan dan pembinaan dari pemda setempat untuk mengembangkan lebih baik lagi dalam memasarkan hasil bumi yang lainya. Jika kita ketahui potensi sumberdaya alam sualwesi tenggara khususnya kota kendari- kabupaten konawe dan kolaka sangat melimpah. Namun semoga kedepan PJR bisa berkembang lagi terutama adanya pemasaran hasil bumi lainnya yang bisa menjadi oleh oleh pelancong dan pelintas  seperti yang terjadi di kota jawa barat, raja polah , puncak bogor, sumedang, cianjur , adanya kreatifitas positif lainnya yang dibina oleh pemda setempat. @ hegar 2016