Sehat merupakan idaman setiap umat manusia menuju hidup lebih lama. Makanan Sehat  berdampak kepada pikiran positif  dengan tubuh yang kuat.  Hal ini menjadi paradigma pengelolaan lahan baru kedepan dalam berkebun harus  bertani sehat. Paradigma ini kami dorong di masyarakat biar lebih mudah dalam proses penyadaran masyarakat petani. Karena makna sehat disini adalah  Subur , Ekonomis, Higienis , Aman , dan Terpadu  Jadi paradigma ini  sudah ada hanya petani belum paham..alias gak kena..gak jitu dan gak gitu. karena masih banyak kejelasan para petani kita , memakai produk iklan pupuk dengan pestisida kimia yang menyebabkan sekarang ini lahan gersang alias tidak berkelanjutan atau henteu subur…:), Sehingga mimpi tanah subur pasti kebun hejo royoroyo menjadi loyo-loyo , karena bukan petani itu bodoh tapi  karena persoalan peran kebijakan yang masih mendukung subsidi pupuk “cimia” masih beredar di pasaran , ini lah yang penting bagi kita memberikan perubahan pengetahuan, sikap dan praktek komposs disetiap sudut Desa dampingan.

Tentu kita semua paham, tekhnologi Pengelolaan lahan  dengan mengkombinasi tanaman perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, dengan tanaman hutan serta memanfaatkan limbah – limbah, kotoran ternak yang difermentasi menjadi bahan organik , kemudian diterapkan untuk dilaksanakan dalam kebun campur organik SEHAT  secara berkelanjutan seiring dengan cita cita bersama dalam pembangunan semua sektor (nawacita: JOKOWI) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan dan pencarian masyarakat melalui kebun campur organik.  yang telah disepakati bersama di Propinsi Sulawesi Tenggara.  Hal tersebut menjadi perhatiaan program AgFor yang menjadi perhatian pemeritah daerah dalam mendukung peran sosial dengan pengembangan tanaman multiguna yang tumbuh dibawah tegakan misal : Kopi, Jahe, Merica dan Talas  (Agroforestry Cerdas: kolaborasi pembibitan talas)

Petani binaan sekitar 80 warga dari kecamatan Lalembuu – Desa Atari indah  yaitu kelompok Pak Paiman  dan Desa Potuho Jaya : Mbah , ditempat lainnya  misal Pak Didi dan Pak maskuri  yang di Desa Aunupe Kec. Wolasi Kab. Konsel atas bimbingan dan dorongan Pogram AgFor sudah praktek kebun organik. Selain itu, ditambah pendampingan lebih dari 120 petani sebagai anggota kelompok tani binaan AgFor ,  baik kegiatan dengan Praktek SEHAT langsung  di kebun (red: TERAPIK KEBUN)  yang ditujukan untuk pemeliharaan dan pemanfaatan lahan yang lestari dalam sistem kebun campur yang sudah sejak lama menanam monokultur dengan kondisi banyak tanaman yang sakit , apapun yang dilakukan petani dengan cara mencampur tanaman jenis yang sesuai sudah benar, tetapi masih saja tergoda dengan memberikan racun berlebih, akhirnya komoditi unggulan tanaman  dilahan petani yang mereka kelola berproduksi sedikit seperti, Jeruk, Lada, Kakao, Kelapa Dalam, Kemiri, Jambu mete, Coklat dll. Sampai saat ini, Tanaman tersebut sudah ditanam dengan teknis sistem kebun campur sederhana.

Kebun campur merupakan salah satu sistem agroforestri yang terdiri dari beragam jenis pohon dan tanaman semusim yang menciptakan suatu konfigurasi tajuk yang berlapis-lapis dan membentuk suatu ekosistem yang efisien dalam pemanfaatan ruang, unsur hara, air, energi dan waktu. Kebun campur sebagai sebuah sistem produksi menghasilkan sumber makanan bagi manusia maupun ternak, sumber bahan bangunan dan sumber oksigen dan energi berupa energy kayu bakar. Keragaman hasil dari kebun campuran itu menujukan produksi total relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sistem budidaya tanaman monokultur.

Meskipun demikian semangat petani dalam setiap pelatihan maupun pendampingan mengolah lahan dengan system kebun campur masih sangat tinggi, oleh karena itu dukungan serta memberikan pemahaman tentang bagaimana pengendalian Hama dan penyakit tanaman dengan bahan organik dan menjaga agar tanah tetap subur.  Sehingga berbagai persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dari program  AgFor  di Kabupaten Konawe Selatan yang akan diterapkan dalam pelatihan dan praktek perbaikan kebun campur organik unggulan Sistem kebun Sehat organik yang berkelanjutan dengan meningkatkan kesuburan tanah.  Aktivitasnya dimulai dengan cara memperbaiki Managemen Kebun, Kelembagaan, dan Usaha.

Metode Kebun SEHAT yang dikenalkan AgFor ini guna mendukung pendapatan masyarakat sebagai pilihan hasil dalam mengantisipasi  kondisi musim dan pasar  yang selama ini selalu berubah rubah.  Tujuan kegiatan ini adalah Mengembalikan semangat petani dalam berbudidaya tanaman yang ada di kebun masing-masing., Meningkatkan pengetahuan dalam praktek perbaikan kebun campur secara sehat guna menunjang fisik tanaman dan kesuburan tanah dengan memanfaatkan bahan-bahan organik, Melakukan tindakan perbaikan kebun dengan Teknik  pertaniaan yang selama ini telah dipelajari bersama AgFor, Menginisiasi kelembagaan organik dalam mendukung proses produksi, pemanfaatan MOL, pengemasan, pemasaran yang  erkelanjutan . harapan yang ingin dicapai dalam kelola kebun sehat  Pengelolaan Lahan Agroforestri  Berbasis Organik adala Adanya kebun belajar tentang teknik perbaikan tanaman di kebun campur :  jeruk, cengkeh dan lada , Penerapan Manajemen kebun dalam membangun kebun campur organik, Petani mempraktekan kebun campur sehat berbasis organik , dan Adanya Kelembagaan unit usaha  Kebun Campur Organik yang berkelanjutan.

Hegar2016