Kelola Kebun campur dengan menerapkan manajemen kebun dengan mencampur kebun jeruk dengan merica oleh petani dimaksudkan untuk mengantisipasi rendahnya harga satu komoditi, kesuburan tanah dan antisipasi kendala musim panas.  Berdasarkan hasil survey di beberapa petani  jeruk , ada beberapa tipe kebun jeruk  yang ditemukan yaitu tanaman jeruk monoculture dan kebun jeruk yang dicampur. Kenapa tanaman jeruk oleh petani dicampur, karena selama ini jeruk atau tanaman buah lainya misal cacao juga harganya rendah,  sehingga tidak seimbang dengan modal perawatannya, namun dengan adanya tanaman lain,adanya harapan  sebagai tanaman alternatif  untuk pendapatan petani kebun.

Terbukti, beberapa kebun petani aunupe mengembangkan kombinasi tanaman di kebun jeruk sebagai penaung jeruk.  Bahkan tanaman kayu kayuan, karet, kelapa , durian dan merica sudah mulai dikembangkan untuk menaungi dikebun jeruk. Khusus petani yang mengembangkan tanaman karet sebagai penaung, karena karet kedepannya selain kayunya juga bisa menambah alternative harian dari hasil lateknya dengan perawatannya yang tidak terlalu intensif. Sehingga peran Agfor dalam pendampingan kebun menerapkan kegiatan dengan pengetahuan disertai tindakan.

Program Sekolah lapang petani jeruk sudah menjadi program pemerintah dalam menerapkan langkah Good Agriculture Practice (GAP) dalam budidaya tanaman jeruk.  Khususnya yang dilakukan oleh agfor mendatangkan dari balai penelitiaan jeruk (balijetro) peneliti jeruk  yang memberikan pemahaman praktek langsung di kebun jeruk Pak Mustari. Untuk sekolah lapang jeruk oleh AgFor difokuskan pada pembelajaran terkait topik yang dipelajari Teknologi budidaya pengembangan jeruk  terdiri dari:

  1. Pembuatan lubang tanam, Pembentukan arsitek pohon jeruk, Penyiangan gulma
  2. Pemangkasan pemeliharaan dan teknik pemupukan
  3. Pengendalian hama dan penyakit jeruk (busuk pangkal batang, Burik buah,dll)

Proses pembelajaran petani langsung belajar dikebun ini penting sekaligus sebagai pusat belajar lokasi kebun  yang ditunjuk  ketika FGD  pembelajaran Kebun petani yang sudah memiliki jenis tanaman campuran terdiri dari:  Merica , Karet , Jeruk, . Tujuan  kelola Plot kebun adalah untuk Temu rancang perbaikan Kebun (TERAPIK) guna meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman dalam menambah nilai pendapatan ekonomi maupun konservasi  kebun dengan menerapkan teknik  Managemen Kebun sederhana dengan mengutamakan : 1) Pengaturan jarak tanam : menanam jenis kayu kayuan yang  dicampur dengan buah buahan, 2) Pemeliharaan , pemupukan dan Pemangkasan, membuat lubang angin/rorak dan pemupukan. 3) Pengendalian hama penyakit. Untuk adposi teknis kriteria kebun yang dilakukan lebih menekankan kepada kemauan pihak petani  dalam melakukan perbaikan di kebun jeruk.

Secara umum sifat tanaman jeruk merupakan tanaman pionir (tipe monokultur) yang menyukai kebun terbuka dan penyinaran langsung. Tetapi butuh perlakukan yang maksimal yang harus dilakukan dengan adopsi dari SOP kebun. Sementara yang dikembangkan sekarang oleh petani, dengan mengembangkan, dimana jeruk dicampur dengan tanaman naungan lainnya yang disukai masyarakat misal lada, alasan teknisnya khususnya di Desa Aunupe kecamatan Wolasi ketika jeruk berbuah pada bulan 7 – 8,  kondisi musim kemarau /sedang panas, ketika itu tanaman jeruk sedang berbuah, sehingga yang tidak dinaungi akan berakibat menurun kwalitas produksi terkena sinar matahari yang panas, buah jeruk ditandai dengan adanya fisik kulit jeruk kuning putih, kering mengkerut seolah olah sudah masak padahal belum masak, sehingga membutuhkan keseimbangan suhu kebun dengan adanya naungan yang tidak rapat tetapi menguntungkan bagi jeruk siam. (Kebun dampingan berada di Bapak Didi dan Bapak Maskuri)

Sehingga dilakukan sebagai uji coba bersama petani plot kebun jeruk dicampur tanaman Lada dari hasil pembelajaran pembibitan agfor, karena kedepannya pada bulan 7 – 8 naungan lada  akan dipangkas /di kurangi sehingga bagi tanaman jeruk akan terbuka sekitar 80 % penutupan kebun. Selain itu, bagi kebun yang sudah terlalu banyak tanaman dan rapat disarankan dilakukan pengurangan jenis atau pengaturan mengikuti tanaman pokok  misalnya mengikuti jarak tanam jeruk. Karena pada dasarnya suatu jenis tanaman berbuah jika melakukan praktek pemangkasan untuk mengatur arsitektur pohon, pemeliharaan  Tanaman dan perbaikan kesuburan tanah secara fisik  dengan pemanfaatan pupuk organik dan pengendalian hama akan meningkatkan hasil buahnya, demikian menurut pak didi sebagai petani  jeruk anggota kelompok agfor di desa aunupe kecamatan wolasi.