Hutan Lambusango memiliki keanekaragaman sumber daya alam yang luar biasa. Banyak sudah manfaat yang  telah di berikan Hutan Lambusngo kepada masyarakat sekitar. Selain itu, hutan lambusango sebagai menara air pulau buton yang di sekelilingnya  tinggal ratusan masyarakat sekitar hutan. Keindahan Hutan Lambusango  bukan hanya cerita semata namun keelokan hutan lambusango bisa di nikmati ketika kita berada di tepi hutan dan sungai yang airnya mengalir dari hutan lambusango. 

Tentunya hal tersebut menjadi dasar bagi para  peneliti dan wisata asing untuk berkunjung ke Hutan Lambusango, setiap tahunnya banyak pelancong asing datang kehutan lambusango ingin menikmati udara segar dan belajar dialam bebas. Terkadang kita sendiri sebagai orang buton sering kali lupa akan  keindahan tersebut yang semestinya kita sadari bahwa hutan lambusango sebagai kekayaan orang buton yang patut dilestarikan keberadaanya.

Setiap insan yang tahu akan kelestarian  hutan tentunya akan mengatakan bahwa Hutan Lambusango dapat dikategorikan hutan yang masih bisa dipertahankan, walaupun ancaman – ancaman sekeliling  dapat merusak dalam waktu hitungan detik. Datangnya ancaman Hutan Lambusango begitu lengkap tidak hanya  datang dari tempat yang jauh namun datang dari tempat kita sendiri, yang nayata –nyata kita hidup dan sadar bahwa hutan itu penting. Sebagai misal:  Illegal Logging : berakar dari penyakit hati yang inginya merusak pohon  didorong oleh ingin kaya mendadak, gara – gara menebang pohon, padahal jeruji besi dan borgol yang akan dihadapi, tidak ada sejarahnya orang yang menebang pohon dan tukang sinco kaya  yang ada “Hukum karma” atau kesialan . Pemerintahpun tahu bahwa hutan lambusango sebagai sumber daya alam yang perlu di lestarikan, namun apakah hal tersebut dilaksanakan dengan serius atau hanya mendatangkan kehutan lambusango orang –orang yang ingin merusak hutan(si kantong Tebal) sebagai ibu pertiwi kala kita dilahirkan ditempat yang sejuk dan dingin,ternyata kita sendiri yang menjadi penghiyanat terhadap ibu dan tanah air kita yaitu rusaknya hutan lambusango.

Diartikan bahwa, kegiatan pengrusakan hutan  sebagai akibat dari kebijakan yang mencari keuntungan sesaat , seperti PP no 2 tahun 2008 : yang katanya penyelamat bumi padahal takut tidak dapat duit, apa di lambusango akan terjadi seperti itu ibarat sebuah cengraman si kantong tebal, semuanya menjadi jembatan untuk merusak daerah tersebut supaya disetujui dalam aksinya dilapangan, sebagai missal bagaimana sebuah perusahaan tambang terbuka (aspal) yang ada selama ini dapat menjadi sebuah contoh, dimanapun lokasinya kapanpun bermulanya , tetap saja yang namanya tambang ya tambang seperti diporong lumpur lapindo. apa boleh buat. Banyak sudah selogan telah dideklarasikan oleh kaum lingkungan yang secara proses lagi diupayakan  untuk mengerem laju kerusakan. Namun kita ketahui kekuasaan tetap kekuasaan yang tidak bisa kita lawan atau kita sadarkan,tapi kalau sang penguasa sudah diberikan kesadaran ,maka dia akan segera sadar dan takut akan merusak hutan lambusango.

Tambang  aspal,mangan,minyak dan sebagainya kita membutuhkan untuk sumber tambahan yang dipakai dan diperlukan oleh manusia itu sendiri, namun perlulah kita ketahui bahwa selama kegiatan tersebut bisa dikendalikan dan tidak sewenang –wenang membabat hutan saya pikir tidak menjadi masalah , yang penting tahu diri dan mawas diri , kita sebagai pengusaha bukan hanya kantong tebal tetapi tebal iman dan social kepada masyarakat yang setiap saat melihat dan menantikan  perhatian dari sang perusak hutan yang berkantong tebal.